Cara Merawat dan Membersihkan Vertical Blind

Vertical blind punya struktur yang lebih kompleks dibanding roller blind karena terdiri dari banyak bilah (slat). Kalau salah perawatan, bilahnya bisa kusut, pengaitnya patah, atau talinya putus. Tapi tenang, merawatnya nggak sesulit yang kamu bayangkan kok kalau tahu triknya.

1. Teknik Membersihkan Tanpa Melepas Bilah

Cara paling praktis adalah membersihkannya dalam posisi terpasang. Tutup bilah sampai posisi flat (sejajar). Gunakan vacuum cleaner dengan kepala sikat kecil untuk menyedot debu dari atas ke bawah. Ingat, harus dari atas ke bawah ya, supaya pengait atasnya nggak lepas. Setelah satu sisi beres, putar bilahnya dan lakukan hal yang sama di sisi baliknya.

2. Cara Membersihkan Tali dan Rantai

Tali penarik (cord) dan rantai pemutar bilah seringkali berubah warna jadi hitam karena sering dipegang tangan yang berkeringat atau kotor. Cara bersihinnya: siapkan wadah berisi air hangat campur deterjen. Masukkan sebagian rantai ke dalam air (jangan sampai kena mesin atasnya), gosok pelan pakai sikat gigi bekas, lalu lap kering.

3. Menjaga Keutuhan Rantai Bawah (Bottom Chain)

Rantai bawah yang menghubungkan tiap bilah itu sangat ringkih. Seringkali putus karena tersenggol kaki atau kejepit pintu. Kalau ada satu yang putus, segera ganti atau sambung kembali. Karena kalau rantai bawahnya copot semua, bilah-bilah bakal berantakan tertiup angin dan bisa saling melilit yang bikin blind cepat rusak.

(more…)

Cara Merawat dan Membersihkan Roller Blind

Sudah pasang roller blind mahal-mahal, eh dibiarin berdebu sampai kusam. Sayang banget kan? Meskipun roller blind itu low maintenance dibanding gorden kain, bukan berarti nggak perlu dirawat sama sekali. Kalau dirawat dengan benar, roller blind bisa awet sampai 10 tahun lebih lho. Begini caranya!

1. Membersihkan Debu Harian (Dusting)

Debu adalah musuh utama. Kalau dibiarkan menumpuk, debu bisa masuk ke pori-pori kain dan jadi noda yang susah hilang. Caranya gampang: seminggu sekali, turunkan roller blind sampai bawah, lalu bersihkan pakai kemoceng atau vacuum cleaner dengan ujung sikat halus. Pastikan vacuum-nya disetel ke daya hisap paling rendah supaya kain nggak ketarik masuk ke mesin.

Kalau mau beli Roller Blind sebaiknya langsung dari smartblindsurabaya.com saja

2. Mengatasi Noda Ringan

Kalau ada noda kecipratan kopi atau tangan kotor, jangan langsung disiram air! Ambil kain microfiber atau spons yang lembap (jangan basah kuyup). Kasih sedikit sabun cuci piring yang lembut. Tepuk-tepuk bagian yang kena noda, jangan digosok terlalu keras karena bisa merusak tekstur kain atau bikin warna pudar. Setelah itu, lap lagi pakai kain yang cuma pakai air bersih, lalu biarkan kering dalam posisi terbuka.

3. Perawatan Mekanisme (Rantai dan Tabung)

(more…)

3 Brand Roller Blind Yang Bagus di Indonesia

Beli window blind itu investasi jangka panjang. Kamu pasti nggak mau kan baru pakai sebulan, eh rantainya putus atau kainnya miring-miring? Di pasar Indonesia, ada ratusan merk, dari yang murah meriah sampai yang harganya bikin dompet menangis. Tapi kalau bicara soal kualitas dan layanan purna jual, ada 3 brand yang jadi jagoan. Ini ulasannya!

1. Onna (The Market Leader)

3 Brand Roller Blind Yang Bagus di Indonesia

Siapa yang nggak tahu Onna? Brand ini sudah jadi top of mind kalau kita bicara soal penutup jendela di Indonesia. Onna punya jaringan distributor yang luas banget dari Sabang sampai Merauke.

Kelebihan Onna adalah variasinya yang sangat banyak. Mereka membagi produknya jadi beberapa kelas (Blue, Gold, Platinum) sesuai budget kamu. Jadi kalau budget mepet, ambil yang kelas Blue. Kalau mau yang super awet dan mewah, ambil Platinum. Komponen motorisnya juga handal dan garansinya jelas. Kalau rusak, cari teknisinya gampang banget.

2. Sharp Point (The Best Value for Money)

3 Brand Roller Blind Yang Bagus di Indonesia

Kalau kamu merasa Onna agak kemahalan, Sharp Point biasanya jadi alternatif nomor satu. Kualitasnya nggak jauh beda, bahkan banyak yang bilang setara untuk penggunaan rumahan standar. Sharp Point sangat populer di kalangan kontraktor dan desainer interior karena harganya yang lebih kompetitif tapi durabilitasnya sudah teruji belasan tahun.

Pilihan kain roller blind mereka juga sangat beragam, mulai dari seri blackout yang benar-benar gelap total, sampai seri solar screen yang bisa menahan panas matahari tapi tetap bisa melihat ke luar. Mekanismenya halus dan nggak ringkih.

Kalau tertarik dengan brand ini, sebaiknya anda beli melalui distributor resmi smart blind Sharp Point di Surabaya

(more…)

Aneka Jenis Window Blind dan Peruntukannya Masing-Masing

Masuk ke toko interior itu bisa bikin pusing kalau kita nggak tahu mau beli apa. “Mas, mau beli blind,” eh masnya balik nanya, “Mau yang mana? Roller, Roman, Wood, atau Zebra?” Waduh! Biar nggak bingung, yuk kita kenali jenis-jenis window blind yang populer di Indonesia beserta fungsinya.

1. Roller Blind (Si Paling Praktis)

Ini adalah jenis paling standar dan paling laris. Bentuknya cuma satu lembar kain yang digulung ke atas. Cocok buat apa? Hampir semua ruangan. Tapi paling sering dipakai di kantor, dapur, atau kamar anak. Karena simpel, harganya juga relatif paling terjangkau dibanding jenis lain.

2. Vertical Blind (Si Spesialis Jendela Lebar)

Bilah-bilahnya berdiri vertikal. Paling pas kalau kamu punya jendela yang lebarnya lebih dari 2-3 meter atau pintu kaca geser menuju taman. Kenapa? Karena mekanismenya lebih ringan digeser ke samping daripada ditarik ke atas kalau bebannya terlalu lebar.

3. Venetian Blind / Horizontal Blind (Si Klasik yang Maskulin)

Aneka Jenis Window Blind dan Peruntukannya Masing-Masing

Bilahnya horisontal. Bahannya bisa aluminium atau plastik/PVC. Sering kita lihat di film-film kantor polisi atau ruang kerja yang formal. Kelebihannya adalah tahan air, jadi kalau mau dipasang di kamar mandi atau area wastafel dapur, inilah pilihan terbaiknya.

(more…)

Mengapa Window Blind Saat Ini Lebih Popular Dibanding Gorden Kain

Zaman sekarang, kalau kita masuk ke cafe, kantor baru, atau rumah-rumah milenial, rasanya jarang banget nemu gorden kain yang menjuntai berat sampai lantai. Trennya sudah bergeser ke arah window blind. Kenapa sih fenomena ini bisa terjadi? Apa gorden kain sudah ketinggalan zaman? Yuk, kita bedah bareng-bareng alasannya.

1. Efisiensi Ruang yang Luar Biasa

Rumah zaman sekarang, terutama di kota besar, luasnya makin terbatas. Konsep minimalis bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Gorden kain itu memakan ruang (volume) yang cukup banyak. Kain yang tebal dan bergelombang bikin area sekitar jendela jadi “penuh”.

Window blind beda banget. Dia terpasang pas di bingkai jendela (frame). Nggak ada kain yang menjuntai atau melebar ke samping kiri-kanan secara berlebihan. Ruangan jadi terasa lebih luas dan plong. Buat apartemen studio atau kamar kos, window blind adalah penyelamat visual.

2. Tampilan Modern dan “Clean Look”

Selera estetika orang modern sekarang lebih ke arah “less is more”. Window blind punya garis-garis yang tegas dan simpel. Nggak ada drama rempel-rempel atau renda yang bikin pusing mata. Ini cocok banget dipadukan dengan furnitur modern yang punya desain industrial atau minimalis.

(more…)

Apa Beda Roller Blind dan Vertical Blind ?

Halo sobat interior! Kalau lagi bangun atau renovasi rumah, pasti sampai di titik bingung milih penutup jendela. Dalam dunia desain interior modern, penggunaan window blind semakin banyak diminati sebagai pengganti gorden kain tradisional. Dua pilihan yang paling sering muncul saat memilih window blind adalah roller blind dan vertical blind. Meski sama-sama masuk kategori “blind”, keduanya punya karakter yang beda banget lho, baik dari segi visual maupun fungsi. Mau tahu lebih jelasnya, yuk ikuti penjelasan saya di bawah ini.

1. Mekanisme Kerja: Gulung vs Geser

Perbedaan paling mendasar ada di cara mainnya. Roller blind, sesuai namanya, bekerja dengan cara digulung ke atas. Ada tabung di bagian atas yang berfungsi sebagai poros. Jadi kalau kamu mau buka jendela, kainnya bakal melingkar rapi di atas. Ini cocok banget buat kamu yang suka tampilan jendela yang bersih total pas siang hari.

Nah, kalau vertical blind itu beda cerita. Dia terdiri dari bilah-bilah kain (disebut slat) yang berdiri tegak dari atas ke bawah. Cara operasionalnya adalah dengan digeser ke samping (kiri atau kanan) atau diputar bilahnya. Jadi, mekanismenya lebih mirip gorden kain konvensional tapi dalam bentuk bilah yang kaku.

2. Kontrol Cahaya yang Dihasilkan

Kalau bicara soal “light control”, vertical blind sebenarnya sedikit lebih unggul. Kenapa? Karena bilahnya bisa diputar (tilting). Kamu bisa atur arah cahaya yang masuk tanpa harus buka blind secara keseluruhan. Ini berguna banget kalau kamu mau tetap dapat privasi tapi butuh sinar matahari dikit-dikit.

Sedangkan roller blind sifatnya “all or nothing” dalam satu bidang kain. Memang sih ada jenis kain blackout atau dimout, tapi kamu nggak bisa memutar kainnya. Kalau mau cahaya masuk, ya harus ditarik ke atas. Tapi tenang, sekarang ada inovasi “Zebra Blind” yang merupakan pengembangan roller blind untuk mengatasi masalah ini.

(more…)